Ini Penyebab Hamdani Gandeng 5 Pengacara Sekaligus

**Sumber: DPD LSM-BASMI Lampung, Editor: Bunk Wardi – Inipuma.com

Lampung,–Pembangunan Proyek Islamic Center Kabupaten Mesuji Lampung senilai 75 Milyar yang dikerjakan oleh PT. Karya Bangun Mandiri Persada mulai menuai Polemik.

Polemik tersebut terjadi, dikarenakan pihak CV. Khaiza Putri Andalas selaku subkontraktor yang mengerjakan proyek itu melayangkan Somasi kepada pihak pemilik perusahaan PT. Karya Bangun Mandiri Persada karena merasa dirugikan.

Atas kondisi tersebut, Hamdani selaku Direktur CV. Khaiza Putri Andalas mengandeng 5 Pengacara sekaligus guna mendampingi proses penyelesaiannya.

Hal itupun dibenarkan oleh Advokat LAW Office DRN dan Partner selaku pengacara CV. Khaiza Putri Andalas bahwa, Kliennya merasa dirugikan atas tindakan yang dilakukan oleh Amin Muhayat, Amd, ST., MT yang bertindak untuk dan atas nama PT. Karya Bangun Mandiri Persada selaku Project Manager yang dianggap tidak memenuhi klausul perjanjian yang telah disepakati bersama dalam kontrak kerja.

“Ya benar, kita layangkan surat somasi dan klarifikasi terhadap PT. Karya Bangun Mandiri Persada,” kata Rustamaji,SH.,MH Advokat LAW Office DRN dan Partner. Kamis, 26-08-21 yang lalu.

Dengan didampingi Nurdin, SH,
Debi Oktarian SH., Yormel, SH dan Frengky Saputra, SH selaku partner, Rustamaji menceritakan persoalan yang terjadi pada kliennya tersebut.

Kronologis permasalahan yang menimbulkan polemik tersebut bermula saat kliennya, (red. CV. Khaiza Putri Andalas) dan PT. Karya Bangun Mandiri Persada bersepakat untuk bekerjasama dalam pekerjaan borong jasa produksi dan pemasangan bekisting proyek pembangunan Masjid Agung dan Objek Wisata Religi Kabupaten Mesuji.

Kontrak kerja tersebut tertuang dalam kesepakatan pekerjaan berdasarkan perjanjian kerja dengan nomor 008/KBMP/MSJ/SPK/III/2021 yang di tanda tangani kedua belah pihak serta di bubuhi materai yang cukup pada tanggal 31 Maret 2021.

Baca :   Kesalahan Rekanan di Beberapa Pembangunan SPAM di Way Kenanga Tubaba Kian Terungkap

“Sudah disepakati bersama, pekerjaan tersebut diatas materai antara klien kami dan Amin Muhayat yang dalam hal ini kapasitasnya selaku Project Manager. Dengan kontrak kerja disebutkan bahwa Volume sekitar 15.000 meter persegi, dengan harga satuan yang telah di sepakati sebesar Rp.140.000,- (seratus empat puluh ribu rupiah) per meter persegi dengan pagu anggaran sebesar 2,1 Milyar,” terang Rustamaji.

Masih kata Rustamaji, setelah dilakukan kesepakatan bersama hingga kliennya telah mengerjakan pekerjaan sesuai sebagaimana dimaksud dalam perjanjian tersebut, dalam perjalanannya PT. Karya Bangun Mandiri Persada tidak menempati janjinya dalam pembayaran sesuai surat kesepakatan bersama.

“Jadi, uang proyek klien kami ini di angsur, pertama 140 juta, kedua 50 juta dan ke tiga 90 juta, jadi total baru di bayar 280 juta. Maka atas kondisi tersebut, dengan ini kami selaku tim kuasa hukum melayangkan surat somasi terhadap Amin Muhayat agar dirinya hadir pada Senin, 30 Agustus 2021 mendatang di Kantor kami,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rustamaji menuturkan, Selain proses pembayaran uang muka sebesar 20% yang telah disepakati dalam kontrak bahwa pihak PT. Karya Bangun Mandiri Persada memberikannya secara diangsur serta jumlahnya pun tidak sesuai kesepakatan kontrak senilai Rp. 420.000.000,- (empat ratus dua puluh juta rupiah).

“Tindakan yang dilakukan oleh Amin Muhayat selaku Project Manager PT. Karya Bangun Mandiri Persada malah melakukan pemutusan kontrak dengan alasan bahwa CV. Khaiza Putri Andalas tidak memenuhi progres pekerjaan sesuai kesepakatan kontrak,”Tuturnya.

Selain itu Ucap Rustamaji, PT. Karya Bangun Mandiri Persada melalui Amin Muhayat melakukan penyitaan material dan alat kerja yang merupakan milik sah dari kliennya.

“Maka dari kondisi tersebut membuktikan bahwa Amin Muhayat diduga telah melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (2) perjanjian kerja.”Ujarnya.

Baca :   Sekda Lampung Hadiri Launching dan Sosialisasi Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik

“Jadi, apabila Amin Muhayat tidak mengindahkan teguran, somasi, undangan klarifikasi dari kami selaku kuasa hukum Hamdani, maka kami akan menempuh upaya hukum, karena klien kami merasa di rugikan dalam hal ini dan Kami anggap, hal yang dilakukan Amin Muhayat itu wanprestasi sehingga merugikan Hamdani selaku klien kami.”Pungkasnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *