Ini Respon Ketua LBH Penegak Hukum berkeadilan Atas Dugaan Intimidasi Wartawan di Lambar

**Penulis, Tim Redaksi, Editor: Bunk Wardi – Inipuma.com

Lambar,–terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan media TV swasta Yehezkiel Ngantung saat meliput kericuhan verifikasi lelang proyek di Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) Kabupaten Lampung Barat (Lambar), pada Selasa 04-05-2021 yang belakangan ini mendadak Viral di pemberitaan Beberapa media , mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Senin, 10-05-2021.

Tanggapan tersebut juga muncul dari Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Penegak Hukum Berkeadilan Muhammad Zen Amirudin, S.H, yang juga mengikuti perkembangan pemberitaan mulai dari awal hingga bermunculan berbagai isu baru.

Menurut Muhammad Zen, Sah-sah saja jika Yehezkiel Ngantung melaporkan dugaan tersebut.

“Rekan kita tersebut Wajar-wajar saja membawa persoalan itu keranah Hukum, mengingat itu merupakan hak hukum dirinya dan itu tertuang Dalam Pasal 108 UU No.8 Tahun 1981 tentang KUHAP, setiap orang mempunyai hak untuk melaporkan. Akan tetapi, pembuktian benar atau tidaknya kan ada pada Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini pihak Kepolisian,”kata Muhammad Zen melalui Via Selulernya pada senin,10-05-2021 malam.

Namun demikian, Muhammad Zen berujar, suatu peristiwa Hukum tidak bisa hanya melihat dari satu sisi, karena ini baru dugaan.

“Dugaan tersebut kan muncul karena ada suatu peristiwa, dimana peristiwa tersebut terdapat dugaan tindak pidananya,”Ujarnya.

Lebih lanjut, Muhammad Zen berharap, terkait persoalan tersebut jangan sampai suatu karya Jurnalistik dijadikan suatu alat untuk memanipulasi fakta dan kebenaran.

“Kalaupun memang terdapat dugaan pelanggaran kode etik jurnalis atau pun terdapat penyajian informasi yang bertolak belakang dengan kebenaran peristiwa, semua itu kita serahkan saja kepada APH, kan dugaan ini sudah dilaporkan di Kepolisian Resort Lambar, biarkan Aparat kepolisian melakukan tugas mereka, jangan sampai kita yang berada diluar ini membuat Isu-isu yang mungkin saja tidak benar adanya,”Ucap Muhammad Zen.

“Saya yakin, Aparat kepolisian Resort Lambar profesional dalam menindak lanjuti suatu laporan dan mereka lebih mengetahui langkah apa yang harus di ambil,”Imbuhnya.

Oleh sebab itu, Muhammad Zen, menyarankan juga agar semua pihak menahan diri, karena walaupun sudah ada laporan inikan bukan suatu akhir tapi ini lah bentuk pencarian kebenaran dari peristiwa tersebut.

“Kalaupun itu tidak benar ada Pasal-pasal yang bisa diterapkan seperti pasal 242 KUHP ayat 3 tentang membuat laporan palsu, jadi saran saya untuk semua pihak ikuti saja prosesnya.”Tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *