PT. Him Bandel, Ini Yang Dilakukan Warga Penumangan Tubaba

**Penulis: Reni Sundari, Editor: Bunk Wardi – Inipuma.com

 

Tubaba,–Beberapa perwakilan warga Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), sebagai pihak pemenang dalam perkara perdata melawan PT. Huma indah mekar ( PT. HIM ) mengajukan permohonan eksekusi kepada ketua Pengadilan Negeri (PN) Menggala. Kamis, 21-01-2021.

Permohonan eksekusi tersebut didaftarkan secara resmi oleh para pemohon melalui surat permohonan secara resmi tertanggal 21 Januari 2021 dan didaftarkan secara sah menurut hukum oleh para pemohon melalui Panmud perdata pada PN Menggala.

Nopriadi Dkk, seusai mendaftarkan permohonan di PN Menggala menjelaskan, Para pemohon eksekusi adalah sebagai pihak pemenang mutlak dalam putusan perkara perdata No : 04/pdt.G/2007/PN.Mgl tanggal 18 Februari 2008 Jo putusan tingkat banding pengadilan tinggi tanjung karang No : 07/PDT/2009/PT.TK tanggal 11 mei 2009 Jo putusan kasasi mahkamah agung RI No : 3054K/PDT/2010 tanggal 30 maret 2011 Jo putusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung RI No 276 PK/PDT/2012 tanggal 28 februari 2013.

“Dengan demikian, kami para pemohon sebagai pihak yang sah menurut hukum untuk mengajukan permohonan eksekusi atau dahulu sebagai penggugat/termohon banding/pemohon kasasi/termohon PK sekarang sebagai pemohon eksekusi dalam perkara A quo,”Tegasnya.

Ditempat yang sama, Lucky Nurjaya yang merupakan salah satu Ahli waris dari pemohon eksekusi atas nama Rosmadi (ALM) juga menjelaskan, permohonan eksekusi ini diajukan kepada ketua PN Menggala, dikarenakan PT HIM sebagai Pihak yang kalah tidak mau menyerahkan tanah perkebunan seluas ± 150 Hektar berikut tanam tumbuh yang ada diatasnya kepada para penggugat/ Warga (pihak yang menang), Dalam keadaan baik, secara suka rela.

“Dikarenakan PT HIM masih tetap mengunakan bangunan yang berada diatas tanah milik Warga, atau tidak mau meninggal objek perkara perdata tersebut maka dengan demikian berarti PT HIM masih menguasai tanah tersebut, sedangkan dalam amar putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan pasti yang pada pokoknya : tanah berikut tanam tumbuh yang ada diatas tanah perkebunan seluas ± 150 hektar ( tanah Hibah) sah menurut hukum milik Warga Tiyuh Penumangan, sementara PT HIM masih menguasai tanah itu dan Telah dinyatakan oleh putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap dan pasti Merupakan perbuatan tanpa hak dan melawan hukum,”Jelas Lucky.

Tidak hanya itu, Lucky juga menguraikan, PT HIM telah diperintahkan oleh putusan Hakim untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat/ Warga, dan PT HIM diperintahkan pula untuk membayar uang paksa sebesar 500.000 ( lima ratus ribu rupiah), setiap hari apabila lalai memenuhi isi putusan.

“Terhitung sejak mempunyai kekuatan hukum tetap sejak 30 maret 2011, maka oleh karena itu PT HIM wajib membayar uang paksa sebesar : 1 788.000.000 ( satu milyar tujuh ratus delapan puluh delapan juta rupiah) kepada para penggugat/ Warga sebagai pihak yang menang,”Urainya.

Sementara Ansori, yang juga merupakan Pemohon eksekusi, menuturkan, Tujuan mengajukan permohonan eksekusi supaya ada kepastian hukum.

“Pelaksanaan eksekusi adalah menjunjung tinggi terhadap putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan pasti serta pelaksanaan eksekusi terhadap suatu putusan perkara perdata adalah mahkota bagi PN.”Tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *