Pihak Pekon Padang Dalom Lambar Bantah Pernyataan Warganya

**Penulis: Rian/Lefti, Editor: Bunk Wardi – Inipuma.com

 

Lambar,–Terkait Pemberitaan Warga Pekon Padang Dalom Kecamatan Balikbukit Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Peratin Pekon setempat memberikan pernyataan tegas. Kamis, 24-12-2020.

Menurut Endra Gunawan, Peratin Pekon Padang Dalom, Terkait warganya atas nama Mursalin sebelumnya berdomisili di Pekon watas, dan pindah rumah ke Pekonnya pada tahun 2017 lalu, sementara Terkait dirinya tidak menerima PKH itu betul, namun pihaknya sudah sering mengajukan ke pengurus PKH untuk dimasukan dalam penerima manfaat, tapi selalu terbentur dengan Server yang menolak.

“Sudah berapa kali kami mengajukan ke pengurus PKH, namun sampai saat ini belum berhasil. Data yang terdapat dipusat itu data dari statistik saat sensus Ekonomi di tahun 2010-2011 lalu yang lalu. Dan data yang kami ajukan ke dinas sosial juga belum ada hasilnya,”Kilah Endra melalui Via Whatsappnya pada Kamis 24 Desember 2020.

Selain itu jelas Endra, pengakuan Mursalin yang tidak pernah menerima BLT itu tidak benar. Karena di Pekon memiliki data penerima BLT.

“Jika dia mengatakan tidak terima BLT, kami ada data namanya sebagai penerima BLT Rp.600 ribu selama tiga bulan, dan Rp. 300 ribu selama tiga bulan terakhir. Untuk mengenai anakanya, kami sudah laporkan ke Dinas Kesehatan Lambar, dan pihak Dinas pernah turun dan menganjurkan anaknya untuk berobat jalan, kalau dia mengaku tidak ada perhatian dari Aparat pekon itu tidak benar,”Jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mursalin  orang tua dari Dimas Solindra yang menderita cacat sejak lahir, tidak bisa bicara, tidak mampu berjalan normal seperti anak seusianya, dan tidak mampu mengunyah makanan karena rahangnya yang tidak berfungsi lagi menyatakan kalau keluarganya merasa disisihkan oleh pihak Pekon Padang Dalom.

Selengkapnya baca di:

Menderita Penyakit Kelainan Sejak Kecil, Warga Lambar Ini Tidak Tersentuh Bantuan Apapun

Terpisah, Nurintan istri dari Mursalin menjelaskan, keluarganya memang lepas dari bantuan PKH dan BLT, hanya saja keluarganya pernah menerima Bantuan Sosial (Bansos) bagi Masyarakat yang terdampak Covid 19 sebesar Rp.600 ribu per bulan dan selama tiga bulan.

“Selain itu kami tidak menerima bantuan lain. Dan kalau soal bantuan itu memang suami saya tidak tahu dengan bantuan Rp.600 ribu selama tiga bulan tersebut.”Pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *