TOkoh Adat: Kalau Camat Itu Tidak Aneh-aneh Kok Naik Pitam

* Editor: Bunk Wardi – Inipuma.com

Tubaba,–Tokoh Adat Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) sesalkan perbuatan Camat Batu Putih Kabupaten setempat yang Berduaan didalam Mobil Dinas dengan wanita yang bukan muhrimnya.

Muhammad Ali Tokoh Adat Tiyuh Penumangan, yang kebetulan berdomisili tidak jauh dari lokasi kedua Oknum ASN Tubaba dan Tuba tersebut dipergoki Warga.

Dirinya sangat menyesalkan atas perbuatan yang dilakukan oleh Camat Batu Putih Tubaba dan Kasi Kesbangpol Tuba itu. Sebab menurutnya jika mereka berdua memang benar saudara angkat, maka tidak semestinya mengobrol didalam mobil dan berduaan.

“Apa tidak lebih baik ngobrol dirumah saja kalau memang saudara angkat, kenapa malah ngobrol ditempat itu terus didalam Mobil bahkan hingga berjam-jam, wajar saja kalau warga menaruh rasa curiga atas apa yang mereka lakukan,”Ucap M. Ali saat dijumpai dikediamannya pada Sabtu, 03-Oktober-2020.

Baca Juga Berita Sebelumnya:

Akibat Dipergoki Warga, Oknum ASN Tubaba Ini Naik Pitam

Selain itu, M. Ali juga sangat menyayangkan atas perbuatan Camat tersebut, sebab kalau mereka tidak melakukan Perbuatan yang Aneh-aneh tak seharusnya dia Marah-marah (naik pitam) lalu merampas hp milik warga yang memergokinya.

“Sudah mau rampas hp lalu berkata-kata dengan nada keras, kan sangat aneh, seharusnya tak sepatutnya hal itu dilakukan, apa lagi dia seorang Camat,”Sesalnya.

Kecurigaan Warga terkait Ibrahim (Camat Batu Putih Tubaba dan Lidiana (Kasi Kesbangpol Tuba) berduaan didalam mobil sangatlah wajar. Lantaran, Oknum ASN yang bertugas di lingkungan Pemkab Tubaba kerap kali didengar melakukan perbuatan yang tidak senonoh dengan yang bukan suami/istri (Selingkuh) didalam mobil.

Sayangnya, Beberapa kali mencuatnya pemberitaan terkait perbuatan Oknum ASN Tubaba mesum atau selingkuh bahkan hingga berita ini dilansir, Pejabat yang berwenang seperti Bupati Tubaba, Wakil Bupati, dan juga Sekda Tubaba belum memberikan pendapatnya terlebih Sanksi tegas agar peristiwa yang sama tidak terulang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *