Jubir Covid -19 Mesuji Dituding Gunakan Metode Zaman Penjajahan

* Suheri: Editor: Bunk Wardi – Inipuma.com

Mesuji,–Buntut dari Statemen Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mesuji yang menyebutkan bahwa Pemberitaan dibeberapa Media Online dan TV bahwa tidak benar adanya Pasien Positif terlantar, Empat Organisasi wartawan layangkan Surat dan Beberapa tuntutan atas pernyataan tersebut ke Pemkab setempat. Selasa, 29-09-2020.

Keempat Organisasi Pers tersebut diantaranya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ikatan Wartawan Online (IWO) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Lembaga Pers Jurnalis Desa (LPJD), yang berkumpul di Desa Brabasan Kecamatan Tanjung Raya pada Senin, 28-09-2020 (kemarin)

Dikatakan Apriadi, SE Sekretaris PWI Kabupaten Mesuji, Wartawan Kabupaten Mesuji saat ini seperti sedang diserang dengan politik Negeri Belanda divide et impera pada zaman Penjajahan dahulu.

“Sangat tidak Etis Seorang Pablic Figur yang mencari Pembenaran dengan mengatakan berita Sebelumya itu tidak Benar atau Hoak,”Ucap Apriadi.

Selain Pernyataan, Apri juga menyayangkan sikap Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mesuji yang terkesan menutupi Kelalaian dalam Memperhatikan Pasien yang sedang isolasi mandiri.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Humas Forkopimda Kabupaten Mesuji Angga Pramudita, saat ditemui mengatakan akan meneruskan surat Berita Acara dari keempat Organisasi tersebut kepada SekdaKab Sesegera mungkin.

“Karena dalam surat berita acara ini hanya di beri waktu 2 X 24 jam, jadi Sesegara Mungkin akan saya sampaikan Sekda, sebab waktunya sangat mepet,”ucapnya

Untuk diketahui, ada Tiga tuntutan yang dilayangkan Empat Organisasi Wartawan Kabupaten Mesuji.

Pertama, meminta Bupati Mesuji selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan penangan Covid 19 agar menegur Jubir Tim Gugus tugas covid 19 kabupaten Mesuji an.Yanuar Fitrian.Skm.MM. untuk meluruskan statemennya di Beberapa media online yang menyebut bahwa pemberitaan terkait pasien 07 Covid-19 Kabupaten setempat terlantar itu BERITA TIDAK BENAR, karena dari Beberapa sumber yang didapat dilapangan oleh awak media, di tambah dengan adanya pengakuan dari pasien 07 melalui Wawancara tatap muka langsung di tempat dimana pasien melaksanakan isolasi mandiri.

Kedua, meminta kepada Jubir Tim Gugus tugas covid 19 Kabupaten Mesuji untuk tidak lagi menggunakan narasi publikasi untuk kepentingan publik yang memicu konflik.

Terahir, dalam waktu 2 x 24 jam dari berita acara ini dibuat, ke Empat Organisasi Wartawan yang ada di kabupaten Mesuji ini meminta agar Jubir Covid-19 Kabupaten Mesuji meminta maaf atas pernyataannya secara resmi baik di Media Online dan Televisi yang menyebut bahwa terkait berita Pasien 07 terpapar Covid-19 terlantar tidak benar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *